Kerjaan gue di kantor lagi sedikit santai waktu itu. Gue sedang mengerjakan tugas printilan dengan tenang sampai mata gue melirik notifikasi WhatsApp yang muncul di laptop dari Aaqila, teman sekelas gue pas SMA yang sekarang jadi teman hebohin Stray Kids, dia ngirim foto. "SYALAN! Bentar gak ke-load! GUE DEG-DEGAN", chat gue ke Aaqila sambil tiba-tiba berdiri dari tempat duduk karena walau nge-blur pun gue tahu itu gambar apa. Poster konser Stray Kids! Pengumuman yang udah dari lama gue dan Aaqila tunggu-tunggu akhirnya keluar!
Gue kembali duduk, berusaha tenang, tapi gak bisa. Salah satu karyawan yang duduk di sebelah gue kayaknya sadar gue kelihatan seperti orang panik, terus doi nanya sambil ketawa kecil, "Far, kamu kenapa ih". "Kak! Artis Korea yang aku suka mau konser di Indooo" jawab gue dengan mata berbinar-binar, doi tahu kalau gue fans berat Kpop. Gue kasih tahu kalau Stray Kids lah yang mau konser, nunjukkin foto mereka berdelapan sedang pegangan tangan di panggung encore konser MANIAC in Seoul yang jadi wallpaper desktop gue. Sisa hari gue waktu itu kurang baik karena gue beneran deg-degan sampai malamnya, enggak, bahkan sampai informasi selanjutnya diumumin sama MCP yang mana kalau gak salah itu satu hari setelahnya.
Konser MANIAC in Jakarta bakal diadakan Sabtu dan Minggu, 12 dan 13 November 2022 di MEIS Ancol. Seatplan pun sudah dirilis. Gue sama Aaqila langsung diskusi mau nonton bareng di hari apa, section apa. Jujur, kalau hanya bisa pilih satu hari, gue lebih memilih hari kedua. (Dan saat itu gue juga hanya bisa pilih satu hari, tentu saja karena uang yang mepet).
Menurut gue, konser hari pertama membiarkan kita (para penggemar) memberikan first impression kepada sang idola. "Menyambut" mereka. Selain itu, kita juga bisa tahu bagaimana rangkaian acara berjalan, mulai dari suasana tempat tunggu, penjagaan keamanan dari pihak yang bertanggungjawab, kapan diperbolehkan masuk ke venue utama, sampai reaksi atau keadaan penonton saat konser berlangsung dan bagaimana setlist acaranya. Sedangkan, kalau di hari pertama sang idola penampilannya sangat energik, di hari kedua akan lebih berenergi lagi karena hari terakhir (sotoy, tapi semoga begitu). Vibes dadah-dadah di akhir konser juga lebih terasa, mengucapkan perpisahan sampai waktu mempertemukan lagijyakh. Tapi pastinya, di hari kedua kita bisa memperbaiki yang kurang dari hari pertama.
Gue sempat kaget ada acara yang kembali diadakan di Mata Elang International Stadium (MEIS) yang sekarang sudah berubah nama menjadi Beach City International Stadium. Penggemar Kpop 2nd gen mungkin sangat familiar dengan arena yang biasa dijadikan venue konser, yang lokasinya di dalam mal Ancol Beach City ini. Bigbang, Infinite, SNSD, dan masih banyak grup lainnya pernah manggung di sana. Tahun 2014 MEIS ditutup dan saat ini (ternyata) sudah dibuka kembali dengan nama baru. Kalau tidak salah, konser Stray Kids menjadi event kedua yang diadakan di sana setelah 8 tahun tempat gak digunakan. Lucu banget kalau ingat bercandaan STAY sebelum hari-H acara yang menghubung-hubungkan sama hal mistis. GAK SEPENUHNYA SALAH SIH.
![]() |
| Potret panggung encore konser MANIAC From jadi wallpaper desktop, to ambil gambarnya sendiri♡ |
Sayangnya, meski sebetulnya lebih prefer hari kedua, gue memutuskan untuk pilih hari pertama mempertimbangkan venue yang cukup jauh dari rumah gue di Jakarta Timur. Terbayang capeknya seperti apa kalau perlu menempuh perjalanan Ancol (Jakarta Utara)-Jakarta Timur malam-malam sementara besoknya hari Senin. Mana gue sudah tahu kalau gue akan me-reog selama nonton. Pada akhirnya, gue harus berpisah sama Aaqila yang mendekati hari penjualan tiket berubah pikiran untuk pilih hari kedua, "Biar gue gak ngiri sama Day 2", katanya.
Sebagai anggota MCP Membership (yang hampir hangus gitu aja buat gue kalau Stray Kids gak datang ke Indonesia di 2022), gue pun kedapatan untuk bisa beli tiket lebih awal dibandingkan penjualan bagi umum. Sejujurnya gue selama nunggu hari penjualan tiket sudah suka mual sendiri pas kebayang war-nya akan gimana. Eh ternyata, mual gue itu kayaknya bukan buat war, tapi buat hal-hal yang terjadi di luar rencana. Di hari-H tiba-tiba GUE SAKIT DAN BARU SADAR SALDO DI REKENING GAK CUKUP. Gue mendadak harus putar otak lagi.
Saat itu sekitar jam 7 pagi, dan karena open sales masih di jam 2 siang, gue menyempatkan untuk tidur lagi sebentar, berharap bangun-bangun badan sudah lebih enak. Yang bodoh adalah gue baru keingat belum sempat ke ATM untuk masukkin uang. Syukurlah, ada adik dan satu sahabat gue yang rela membantu dulu HAHAHAH. Mungkin mereka tahu gue se-pingin itu ketemu anak-anak Kpop baru gue LOL (love u guyz Iyok dan Inggrid, makasih banyak!). Di luar itu, proses pembelian tiket berjalan lancar. Tiket.com tidak error dan kaget gak kaget, tidak war sama sekali. Alhamdulillah, gue berhasil mendapatkan tiket Pink A Soundcheck Package untuk Day 1.
Sebenarnya gue lumayan sedih batal nonton sama Aaqila. Karena sudah dari lama sama-sama menunggu konser ini, biasanya di WhatsApp hebohin fancam MANIAC di negara lain, gue sudah membayangkan serunya teriak-teriak bareng pas panggung "Charmer" dan bakal masih ngomongin itu sampai berhasil move on. Belum punya banyak teman STAY lainnya, gue pun segera mencari kenalan di Twitter. Gue akhirnya cukup bersyukur, soalnya kalau gue hanya nonton sama Aaqila, mungkin gue sekarang gak temenan sama orang-orang gokil ini; Gilda, Kak Nuri, Aura, dan Tari. Fun fact ternyata Kak Nuri kenal sama nyokap gue karena nyokap adalah salah satu pelanggan di tempat kerjanya, HAHAHA. Sumpah, bahkan sampai saat ini gue masih menganggap kebetulan itu kocak banget.
Banyak ngobrol sama teman-teman baru STAY, pilih outfit yang mau dipakai di hari-H, nontonin lagi fancam MANIAC di negara lain, galau mau beli tas PVC yang mana, dan lain-lain. Hari-hari gue menunggu konser berjalan seperti itu. Persiapannya terasa menyenangkan, kadang juga deg-degan kalau keingat sebentar lagi gue akan ngelihat anak-anak nyasar depan mata. Ini bukan konser pertama gue, tapi entah kenapa excitement-nya dapet banget. Padahal sebelumnya di 2022 juga gue sudah datang ke acara Red Velvet dan ASTRO, cuman ada rasa yang beda dari penantian MANIAC in Jakarta ini. Gue akan mendengarkan Bangchan, Lee Know, Changbin, Hyunjin, Han, Felix, Seungmin, I.N nyanyiin lagu-lagu yang menemani gue di masa-masa berat di 2020 secara live, gue akan ketemu Bangchan dan Felix yang menenangkan gue di waktu itu, gue akan ketemu Stray Kids yang biasanya wajah mereka cuma gue lihat di layar dan album atau photocards yang ada di kamar gue!
Tiga minggu menuju hari-H, gue mendapat kejutan. Gue memang sudah gak enak badan selama beberapa hari, gue jarang merasa gak enak badan yang sampai kayak gitu. Tenggorokan gue sakit, badan gue panas, bergerak rasanya lemes. Kejutan yang sama sekali tidak gue harapkan datang di tengah-tengah kegembiraan gue, gue kena COVID.
"Right... Gak mungkin selama ini berjalan mulus gitu aja."
Gue panik. Pasti. Pertama, di rumah gue yang baru pernah kena COVID adalah nyokap (syukurnya), dan itu sudah di awal tahun 2022. Jadi gue gak tahu gimana harus menangani ini. Kedua, GUE SEBENTAR LAGI MAU NGONSER? APAKAH COVID INI AKAN BERDAMPAK SESUATU?. Gue langsung kabarin Gilda, yang saat itu lagi sering chat sama gue. Mengagetkan tapi sedikit lucu, besoknya Gilda, yang kebetulan juga sedang gak enak badan, bilang kalau dia positif COVID setelah tes antigen. Dang. Kita pun saling menyemangatkan satu sama lain.
Gue isolasi mandiri di rumah kurang lebih 10 hari. Bahkan gue jadinya harus say goodbye dengan supervisor dan karyawan-karyawan kantor secara daring (waktu itu mendekati kontrak gue habis), sedih. Jujur, gue takut banget masih sakit atau lemes di minggu konser. Alhamdulillah, kondisi gue sudah membaik tepat satu minggu sebelum acara. Gilda juga sudah dinyatakan negatif terlebih dulu. Gue hanya berharap COVID ini tidak memengaruhi segala rencana yang sudah gue persiapkan untuk konser.
Ternyata harapan gue belum terkabul. Ketika gue sudah balik happy menyambut hari konser yang mana tinggal empat hari lagi, bokap gue positif COVID.
Sejauh ini berjalan biasa aja, menyenangkan. Kenapa mendekati hari-H malah dihadapi hal-hal seperti ini? Apakah gue sebenarnya memang belum berjodoh untuk ketemu Stray Kids?
Gue gak bisa berhenti bertanya-tanya pertanda apa semua ini. Otak gue tidak bisa berpikir jernih. Gue tahu gue harus fokus jaga bokap, tapi di satu sisi gue juga mikirin mau diapakan tiket gue misalnya gak jadi nonton. Munafik kalau gue bilang tidak (sangat) sedih dan kecewa saat itu, tiket yang gue beli dengan tabungan gue 1,5 tahun, untuk ke acara yang sangat gue tunggu-tunggu. Sementara, tipe tiket gue adalah yang tidak bisa di-refund, dibatalkan, dijual, atau dipindahtangankan SAMA SEKALI.
Sekilas info, para pemegang tiket package dari MCP Membership bakal melalui pengecekan ID sebelum tukar tiket dan masuk ke holding area.
Gue sempat pasrah. Gue gak tahu gue masih bisa excited menunggu tanggal 12 November atau enggak. Gilda udah pakai emoji pleading face, mendoakan kondisi membaik dan gue bisa berangkat. Syukurnya, gejala COVID bokap tergolong cukup ringan. H-1 acara, gue menjelaskan situasi gue via chat, minta izin ke bokap apakah gak apa-apa kalau gue tetap pergi ke konser. Bokap, tipe orang yang singkat, padat, dan jelas, kemudian hanya menjawab chat panjang gue dengan, "Ok". WOW!?
"See you tomorrow!!!" gue langsung kasih kabar ke Gilda.
![]() |
| 12 November 2022 @Stray_Kids: Jakarta STAY! We were so happy to see everyone today😃 Thanks for the memories💕 Lanjut ke: Part 3 - Another Precious Memory Has Been Made |





No comments:
Post a Comment