Post ke-3 di tahun 2018. Yay!
Hai, apa kabar semuanya?
Rasanya udah lamaaa banget gue ga nulis hal-hal random di blog. Bahkan yang gue lihat di archive, post "16" itu tahun lalu, April 2017. Oh iya, posts di blog ini yang title-nya angka doang kayak gitu, berarti isinya adalah hal - hal random ((bukannya semua post lo juga random ya Far?)) wkwk dan yak, sekarang sudah mencapai post random yang ke........... 17! :)) (eh ini ga random-random amat sih sebenernya).
Apa yang sekarang sedang kalian pikirkan, teman-teman? Kalau gue sedang memikirkan kira-kira akan ada kabar apa besok, tepatnya 17 April 2018. Gue lagi........ deg-degan.
Alhamdulillah gue sudah menyelesaikan semua program akhir sekolah (Ujian Praktik, Ujian Sekolah, dan Ujian Nasional) yang mana katanya harus diikuti semua karena merupakan salah satu syarat untuk lulus SMA. Mungkin banyak yang iri sama anak-anak kelas 12 karena dikiranya udah santai. Padahal........ perjuangan kami belum selesai.
![]() |
| mantap. |
Bosen. Capek.
Dua kata yang menggambarkan kelas 12 gue. Gak, bahkan mungkin dua kata itu juga menggambarkan kelas 11 gue. Tapi yang pasti di kelas 12 lebih bosen dan lebih capek. Tentu saja gue udah tau dari awal kalau kelas 12 bakal dikejar banyak tugas dan ulangan karena waktunya cuma sebentar. Yang tidak disangka-sangka adalah tugas dan ulangan itu ada dan diadakannya mepet-mepet banget. Bagi orang yang panikan seperti gue, hal itu bener-bener membuat stres.
"Gak tidur" sekarang sudah menjadi sesuatu yang biasa buat gue. Padahal daridulu gue selalu mikir "kok bisa sih orang ga tidur gitu?" tiap kali teman gue ngomong kalau dia gak tidur karena tugas atau lainnya. Malah ada orang-orang diluar sana yang bilang kalau mereka gak tidur beberapa hari karena aktivitasnya kan. Tapi ternyata gak tidur itu emang ya...... biasa aja.
Iya, gue sangat tau kalau itu gak sehat. Namun demi nyelesaiin tugas atau belajar buat ulangan, gue gak bisa menghindari hal tersebut. Paginya di sekolah setiap gue abis bilang kalau gue gak tidur malamnya, kata-kata yang keluar dari mulut teman-teman gue pasti: "gila lo" yang dilanjutkan dengan "ngapain aja?!". Ohya, bahkan ada juga yang setelah itu langsung kaget dan negur gue.
Kawan-kawanku, gue juga iri sebenarnya sama kalian yang bisa mengerjakan tugas secara cepat, belajar pun gitu, dan atau bisa ngerjain tugas di kelas mau itu hari-hari sebelum ataupun menit-menit sebelum tugas diperiksa. Kalau udah ngomongin itu, masalahnya ada pada diri gue sendiri. Gue butuh waktu lama ngerjain tugas karena pasti gue mikir panjang dulu sebelum nulis. Plus karena gue orangnya takutan dan gaenakan banget, walau udah ada contekan gue masih berusaha cari jawaban lain yang mendekati jawaban yang udah ada itu. Tapi bagaimanapun terimakasih kepada kalian yang selama ini sudah mau membantu gueee!! luv.
Lega banget rasanya udah nyelesaiin semua ujian. Waktu-waktu yang aku tunggu sejak lama akhirnya datang. Well, memang gak semuanya berjalan begitu lancar, sih. Hari-hari malas gue justru datang di minggu-minggu ujian. Kalau di atas gue baru aja ngomongin gue orangnya sangat panikan, di minggu-minggu ujian kemarin gue malah (mungkin) menjadi orang tersantai diantara teman-teman gue. Bahkan gue jadi sebel kalau ada yang nge-chat bilang dia panik karena belum belajar atau masih banyak materi yang belum dia ngerti. Apakah ini yang dirasakan teman-temanku tiap kali gue lagi panik makanya gue sering banget diomelin (for good)??? lol.
Step selanjutnya setelah berusaha adalah berdoa
Februari akhir ya kalau gak salah? Gue harus (benar-benar really-really jeongmal jeongmal jinjja daebak wanjeon real heol) menetapkan diri mau daftar di universitas apa dengan program studi apa karena (alhamdulillah) harus segera mendaftarkan diri di SNMPTN 2018.
Tentunya selalu ada perdebatan. Tiap kali ngobrol sama orang yang berbeda, pikiran gue jadi berubah-ubah pula. -- btw gue terharu banget dulu kalau ngobrol sama para unnie di dunia fangirling ngomonginnya pasti Kpop. Eh sekarang ngomoginnya dunia nyata, perkuliahan, dll... wkwk -- Udah dari kelas 11 gue berpikiran untuk ambil jurusan Psikologi. Tapi hati ternyata belum menetap disana. Gue masih cari-cari tentang jurusan yang lain. tbh padahal awalnya gue sama sekali gak kepikiran mau kuliah di Universitas Indonesia. Pandangan gue ke UI udah kayak yang "susah susah susah susah". Sampai akhirnya waktu itu setiap murid disuruh berdiri dan menyebutkan nama lengkap masing-masing yang dilanjutkan dengan bilang mau kuliah jurusan apa, di mana. Pikiran gue bener-bener mentok pas itu. Gue belum terlalu mikirin gituan. Akhirnya yang keluar dari mulut gue: "Amanda Selly Faradina, mau masuk jurusan...... Psikologi. Universitas Indonesia".
Gue pun semakin mantap hati dan pikiran di jurusan itu setelah ikut acara yang diadain Psikologi UI, Introduction to Psychology 2017, Oktober lalu bersama Tyan dan Haifa, dua sohib gue yang juga pingin masuk Psikologi.
Ada satu hal yang membuat gue sedih juga sebal selama udah "mantap" banget sama Psikologi. Pertanyaan "emangnya harus psikologi?" "kenapa mau masuk situ?" "emangnya kamu tau apa tentang psikologi?" dari orang-orang di sekeliling gue, pas gue sebenarnya juga masih dalam tahap mencari tahu lebih banyak tentang psikologi. Mungkin gue masih bisa terima kalau maksud mereka adalah biar gue meyakinkan diri lagi, tapi yang gue tangkap kesannya malah seperti "jangan masuk situ, yang lain aja."
Banyak drama deh pokoknya menjelang pendaftaran snm.
Hari-hari sebelum daftar, pilihan gue jadi ada empat:
1. Psikologi - Universitas Indonesia
2. Psikologi - Universitas Airlangga
3. TV dan Film - Universitas Padjajaran
4. Bahasa dan Kebudayaan Korea - Universitas Indonesia
Ah, ada satu lagi yang membuat gue sedih sebelum daftar snm. Haifa dan Tyan "mundur" dari Psikologi UI, gak, bahkan dari Psikologi. Haifa pada akhirnya lebih mantap ke Kesejahteraan Sosial dan Tyan ke Sosiologi. Kalau orang-orang berpikir gue seharusnya senang karena itu mengurangi saingan, tidak, gue malah sedih. Semacam jadi mikir "yaampun dulu kita sama-sama perjuangin Psikologi tapi diakhir jadi pada punya jalan masing-masing." :")
Setelah mengikuti trik-trik mendaftar snmptn (serta karena sebuah alasan gue tidak jadi mendaftar UI), gue sekarang menjadi salah satu peserta yang mendaftar Psikologi Universitas Airlangga.
Jauh? Lumayan.
Kenapa gue tiba-tiba kepikiran Unair? Karena gue mikirnya "disana ada temen" ya walau gue gak tahu nantinya bakal gimana, apakah mereka sudah melupakan gue atau belum(???) (buat yang belum tahu, gue sempat tinggal di Surabaya tiga tahun) tapi intinya gue juga kangen Surabaya.
Ragu? Tentu masih ada. Sedikit. Tapi yang selalu ada dalam hati gue adalah, kalau bukan diri lo sendiri, siapa lagi yang bisa ngeyakinin lo? dan bagaimana Tuhan mau ngasih kalau lo sendiri belum yakin? -- Di rumah, gue masih termasuk anak yang sedikit manja dan takut ini-itu. Bahkan mungkin adik gue lebih dewasa tingkahnya daripada gue. Tapi gue mau belajar mandiri. dan insyaAllah gue siap.
Sedih kedua adalah setelah mendaftar snmptn orang tua gue masih kurang yakin sama gue. Tapi gue juga ngerti sih, anak perempuan pertama dengan tingkah yang masih bocah gini mau hidup sendirian di luar kota !?!?!?!?! Cuma gimana ya..... gue menetapkan hati untuk mendaftar di luar kota juga sebenarnya awalnya sulit. Banyak pikiran macem-macem yang menghampiri otak(?) Gue gabisa cerita disini tapi intinya semua ini sempat... ya.. menyayat hati /apasih/ WKWKWK.
Terlalu berharap kepada SNMPTN memang tidak baik. Sangat tidak baik malah. Tapi serius, ini H-22 SBMPTN tapi persiapan gue masih ecek-ecek. banget. Dateng ke bimbel jarang, kemauan belajar sendiri juga gitu-gitu aja. Duh, gue (ngikutin Ong sekali lagi, jeongmal jeongmal jinjja daebak wanjeon real heol) takut.
Besok adalah pengumuman SNMPTN 2018. Selasa, 17 April 2018 jam 17.00 WIB tepatnya. Kalian yang membaca ini, tolong doakan aku ya supaya diterima di Psikologi Universitas Airlangga melalui jalur SNMPTN.
Ah, tidak, tidak boleh seperti itu. Semoga semuanya yang terbaik.
Untuk kalian yang juga lagi deg-degan nungguin pengumuman besok, yuk sama-sama berdoa agar kita mendapatkan yang terbaik. Pintu untuk menuju universitas itu ada banyak kalau kata kepala sekolah gue. Kalau diterima lewat pintu yang pertama, kita harus banyak bersyukur. Tapi kalau enggak, tenang aja, masih ada pintu selanjutnya.
Oh iya satu lagi, semoga kita semua lulus 100% dari Sekolah Menengah Atas ini. HUAH gakerasa ya :')
Deg. Deg. Deg.



good luck, kawan!
ReplyDelete